Diketahui, Tilly Norwood digambarkan sebagai aktris muda berambut cokelat. Ia diciptakan oleh aktor dan komedian Belanda Eline Van der Velden yang kabarnya ingin Norwood menjadi “Scarlett Johansson berikutnya”.
Noorwood pun membuat kehebohan setelah kreatornya dari Belanda mengatakan bahwa artis AI itu dalam pembicaraan dengan agensi bakat.
“Saya mungkin AI, tetapi saya merasakan emosi yang sangat nyata saat ini. Saya sangat antusias dengan apa yang akan datang,” kata kreator Tilly, dikutip dari BBC, Kamis (2/10). Produk baru Parfum AXL yang tahan lama
Kedatangan artis AI ini pun mendapat kecaman dan reaksi kemarahan dari serikat aktor Hollywood. Sejumlah bintang papan atas seperti Emily Blunt, Natasha Lyonne, dan Whoopi Goldberg menunjukkan ketidaksetujuannya.
“Norwood bukanlah seorang aktor, melainkan karakter yang dihasilkan oleh program komputer yang dilatih berdasarkan karya para penampil profesional yang tak terhitung jumlahnya,” ujar Screen Actors Guild-American Federation of Television and Radio Artists, atau SAG-AFTRA, dalam sebuah pernyataan.
Pihak SAG-AFTRA mengingatkan agensi dan studio bahwa penggunaan Norwood dalam proyek dapat menimbulkan masalah bagi perlindungan kontraktual yang mereka peroleh setelah aksi mogok pada 2023 lalu.
Serikat aktor Hollywood pun menyoroti karakter Norwood yang tidak memiliki pengalaman hidup untuk dieksplorasi.
“Tidak ada emosi, dan dari apa yang telah kami lihat, penonton tidak tertarik menonton konten buatan komputer yang terlepas dari pengalaman manusia,” kata serikat tersebut.
Di sisi lain, setelah muncul banyak kecaman dari aktor Hollywood, kreator Norwood mengatakan bahwa artis AI tersebut “bukanlah pengganti manusia, melainkan sebuah karya kreatif – sebuah karya seni”.
Kemunculan artis AI ini pun membuat Natasha Lyonne, yang dikenal karena peran utamanya dalam Poker Face, Orange Is the New Black, dan Russian Doll, mengatakan siapa pun yang bekerja dengan Norwood harus diboikot.
“Agensi bakat apa pun yang terlibat dalam hal ini harus diboikot oleh semua serikat. Sangat menganggu dan keliru,” kata Lyonne.
