Bisnis.com, JAKARTA – Semua orang pasti pernah menghadapi situasi penuh tekanan atau stres, entah karena deadline pekerjaan yang ketat, tantangan tak terduga dalam kehidupan, atau saat-saat ketika segalanya terasa salah.
Namun, pernahkah Anda memperhatikan beberapa orang bisa tetap tenang meski berada di bawah tekanan, sementara yang lain justru menjadi hancur? Perbedaan di antara mereka seringkali terletak pada kebiasaan mereka, bukan keberuntungan.
Tetap tenang di bawah tekanan adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan dikembangkan oleh siapa pun seiring waktu, dan itu bisa dimulai dengan bagaimana Anda mempersiapkan pikiran dan tubuh untuk meresponsnya.
Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu Anda menangani stres dengan lebih baik:
1. Berlatih pernapasan dalam
Saat stres melanda, tubuh Anda akan langsung bereaksi, mulai dari jantung berdebar kencang, dan napas menjadi pendek. Bernapas dalam-dalam bisa membantu melawan respons ini. Mengambil napas perlahan dan terkontrol memberi sinyal pada otak untuk rileks, menurunkan detak jantung, dan mengurangi ketegangan.
Lakukan teknik seperti pernapasan kotak, dengan tarik napas selama 4 detik, tahan selama 4 detik, buang napas selama 4 detik, tahan selama 4 detik untuk menenangkan sistem saraf Anda.
Berlatih pernapasan dalam setiap hari, bahkan hanya beberapa menit, nisa memperkuat kemampuan Anda untuk tetap tenang di saat-saat stres. Ini adalah cara sederhana namun ampuh yang dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, baik saat Anda sedang rapat, terjebak kemacetan, atau menghadapi keputusan sulit
2. Tetaplah hadir dan fokus
Stres sering kali muncul karena mengkhawatirkan masa depan atau mengingat kembali masa lalu. Kunci untuk tetap tenang adalah tetap fokus pada saat ini.
Orang-orang sukses mempraktikkan mindfulness, menyadari sepenuhnya apa yang terjadi saat ini tanpa menghakimi. Anda dapat melakukannya dengan mengamati pikiran dan lingkungan sekitar, alih-alih bereaksi. Baik melalui meditasi, berjalan dengan penuh kesadaran, atau sekadar memperhatikan napas.
Tetap hadir membantu Anda berpikir jernih dan membuat pilihan yang lebih baik. Ketika pikiran Anda terpusat pada “saat ini”, tekanan kehilangan kendali atas Anda, dan Anda mendapatkan kendali atas reaksi Anda
3. Waspadai pikiran negatif
Ketika menghadapi keadaan buruk, wajar jika pikiran berfokus pada semua hal negatif. Sebaliknya, latih otak Anda untuk mencari titik terang dan secara sadar berfokus pada hal-hal positif.
Cobalah melihat tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang sebagai pribadi. Perubahan perspektif ini, yang dikenal sebagai pembingkaian ulang kognitif, yang bisa membantu Anda tetap positif dan berorientasi pada solusi.
4. Bangun rutinitas yang konsisten
Struktur dapat membantu menciptakan stabilitas, dan ini pada gilirannya mengurangi stres. Memiliki rutinitas harian yang konsisten, terutama di pagi dan malam hari bisa membantu mengurangi stres karena Anda sudah tahu apa yang perlu dilakukan dan difokuskan.
Menjadi terorganisir dan memiliki rutinitas juga mengurangi kelelahan dalam mengambil keputusan, dan membantu Anda tetap lebih tenang.
Jadi, mulailah hari Anda dengan kebiasaan yang menenangkan seperti berolahraga, menulis jurnal, atau sesi meditasi singkat. Aktivitas-aktivitas ini menciptakan suasana positif dan mempersiapkan pikiran Anda untuk menghadapi tantangan dengan lancar.
5. Jaga kesehatan pikiran dan tubuh
Pikiran yang tenang membutuhkan tubuh yang sehat. Olahraga teratur, pola makan seimbang, dan tidur berkualitas sangat penting untuk mengelola stres.
Aktivitas fisik akan melepaskan endorfin, pereda stres alami tubuh. Sementara itu tidur yang cukup memulihkan energi dan fokus Anda.
Hindari mengonsumsi kafein, minuman manis, atau makanan cepat saji saat stres. Sebagai gantinya, penuhi kebutuhan air dan makanan sehat Anda. Bahkan aktivitas ringan seperti yoga, meditasi, atau peregangan dapat membantu melepaskan ketegangan fisik. Dengan merawat tubuh, Anda juga meningkatkan ketahanan emosional Anda.