Simak Gejala Awal dan Cara Mengobati Keracunan Makanan

Bisnis.com, JAKARTA – Keracunan makanan dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Saat mulai menunjukkan gejala awal keracunan, langkah kecil ini dapat menyelamatkan seseorang dari ancaman bahaya keracunan makanan. Berikut adalah penjelasan lengkap menangani keracunan makanan.

Gejala Awal Keracunan Makanan

Dilansir dari Siloam Hospital, makanan beracun biasanya disebabkan oleh kuman (bakteri, jamur, parasit) bahkan virus. Kuman atau virus biasanya membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak di dalam tubuh.

Akibatnya, gejala tidak langsung muncul dan penyakit ini sulit dideteksi sejak dini. Meski begitu, beberapa gejala keracunan makanan yang umum terjadi dan memerlukan pertolongan pertama adalah sebagai berikut:
1. Mual dan muntah;
2. Diare, terkadang disertai darah;
3. Dehidrasi;
4. Nyeri kepala;
5. Nyeri dan kram perut, biasanya terjadi 12–72 jam setelah makan.

Meski sulit untuk dicegah, keracunan makanan dapat dicegah dengan makan makanan yang terjamin bersih dan melihat tanggal kedaluwarsa pada setiap makanan atau minuman kemasan untuk memastikan apakah masih layak dikonsumsi.

Pertolongan Pertama Keracunan Makanan

1. Cukupi Cairan Tubuh

Penderita harap terus mengonsumsi air mineral atau cairan elektrolit untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh setelah mengalami gejala awal keracunan seperti muntah dan diare yang membuang banyak cairan tubuh. Hal ini juga berguna untuk membuang racun di dalam tubuh.

2. Atur Posisi Tepat saat Muntah

Hindari posisi berbaring apabila gejala mual dan muntah masih berlanjut. Penderita disarankan untuk duduk dalam posisi tegak agar mencegah muntah masuk ke dalam saluran pernapasan yang berisiko membahayakan saluran pernapasan.

Pada saat muntah, posisikan kepala sedikit menunduk agar makanan tidak kembali turun ke tenggorokan sehingga risiko tersedak dapat diminimalkan.

3. Konsumsi Makanan yang Tepat

Batasi makanan hingga gejala keracunan mereda. Selain itu, makanlah makanan rendah lemak yang mudah dicerna, seperti pisang, madu, bubur, dan kentang. Hindari minuman beralkohol, kafein, susu, makanan pedas, berminyak, atau makanan dan minuman asam untuk sementara waktu karena berisiko memperburuk gejala keracunan.

4. Konsumsi Air Jahe

Air jahe dapat membantu meredakan gejala keracunan, seperti mual dan sakit perut. Selain itu, air rebusan jahe juga dapat memberi efek menenangkan pada saluran pencernaan sehingga cukup baik dikonsumsi oleh penderita gangguan pencernaan lainnya.

5. Hindari Mengonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter

Muntah dan diare akibat keracunan makanan merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan racun dari saluran pencernaan. Saat sedang mengalaminya, hindari minum obat anti diare tanpa resep dokter (yang dibeli sendiri) karena berisiko memperburuk gejala keracunan.

6. Istirahat yang Cukup

Apabila gejala keracunan makanan sudah mulai mereda, usahakan untuk tidak terburu-buru melakukan aktivitas. Penderita keracunan makanan disarankan untuk beristirahat secara optimal guna memberikan waktu pada tubuh agar bisa pulih sepenuhnya.

7. Segera Periksa ke Dokter

Apabila gejala yang dialami semakin memburuk, bahkan jika sudah melakukan mengatasi keracunan makanan di atas, langkah selanjutnya yang paling efektif adalah pertolongan medis. Penanganan dari dokter dibutuhkan dengan cepat jika penderita mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala berikut ini:
a. Muntah berkelanjutan dan kesulitan untuk mengonsumsi makanan serta minuman.
b. Muntah disertai darah atau BAB berdarah.
c. Nyeri perut hebat.
d. Diare tak kunjung berhenti setelah tiga hari.
e. Mengalami gejala dehidrasi, seperti mulut kering, haus berlebihan, nyeri kepala, dan sulit BAB.
f. Mengalami gejala neurologi, seperti kesemutan, kelemahan otot, atau penglihatan kabur.

Penderita keracunan makanan sebaiknya ditangani oleh dokter untuk mendapat pengobatan medis dengan tepat. Namun, jika sudah mencoba beberapa langkah di atas dan masih membutuhkan pertolongan, penting untuk segera menemui dokter untuk meredakan penyakit.

(Stefanus Bintang)

Tren Bisnis Parfum

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top