Mengenal TAVI dan TEER, Teknologi Terbaru Bedah Jantung Minim Invasif

Bisnis.com, JAKARTA — Sejalan dengan momentum Hari Jantung Sedunia 2025, menegaskan pentingnya inovasi dan teknologi terbaru untuk menyelamatkan para penderita penyakit jantung.

Pasalnya, penyakit kardiovaskular atau jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia, penyakit jantung menempati posisi dua teratas sebagai penyebab kematian di Tanah Air, dengan angka mencapai sekitar 1,5 juta jiwa setiap tahunnya.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan penyakit jantung dalam peringkat tiga teratas penyebab kematian di Indonesia.

Meski prevalensinya tinggi, banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari risiko penyakit ini hingga gejalanya memburuk, membuatnya dijuluki sebagai “silent killer”.

Bertepatan dengan Hari Jantung Sedunia tahun ini, IHH Healthcare Singapore, melalui jaringan rumah sakitnya seperti Mount Elizabeth Hospital, Mount Elizabeth Novena Hospital, Gleneagles Hospital, dan Parkway East Hospital, mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih waspada menjaga kesehatan jantung melalui kegiatan pencegahan, pemeriksaan rutin, dan melakukan perawatan tepat waktu dengan inovasi medis yang tersedia.

Kenalkan Alternatif Baru Bedah Jantung

Selama puluhan tahun, operasi jantung terbuka menjadi pilihan utama bagi pasien dengan penyakit katup jantung stadium lanjut. Namun, bagi pasien lanjut usia atau mereka yang memiliki penyakit komorbid, risiko serta masa pemulihan panjang dari prosedur ini menjadi tantangan besar.

Kini, inovasi perawatan medis telah menghadirkan terobosan baru dalam penanganan penyakit jantung. Salah satunya adalah prosedur minim invasif seperti Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) dan Transcatheter Edge-to-Edge Repair (TEER), yang tersedia di jaringan rumah sakit IHH Healthcare Singapore.

Mungkin anda tertarik dengan minyak wangi tahan lama di Indomaret

Dengan metode ini, dokter dapat memperbaiki atau mengganti katup jantung yang rusak melalui kateter dari sayatan kecil di area selangkangan, tanpa perlu membuka rongga dada.

“Terapi ini dapat memberikan pasien kesempatan dalam menghindari operasi jantung terbuka, dengan risiko komplikasi lebih rendah serta pemulihan lebih cepat. Hal ini merupakan suatu inovasi, terutama bagi pasien yang memiliki kekhawatiran dalam melakukan operasi besar, khususnya bagi pasien berusia diatas 65 tahun atau yang memiliki penyakit bawaan lain,” ujar Dr. Edgar Tay, Spesialis Jantung di Mount Elizabeth Hospitals, melalui keterangan resmi, Selasa (30/0/2025)

Di samping inovasi terbarunya, Dr. Tay juga menekankan tiga hal penting bagi pasien jantung.

Pertama, untuk melakukan deteksi dini agar dapat menyelamatkan nyawa. Pemeriksaan rutin sangat penting karena penyakit katup jantung sering berkembang tanpa gejala, hingga sering kali sudah terlambat.

Kedua, memilih prosedur minim invasif yang kini tersedia. Anggapan bahwa semua pasien harus menjalani operasi jantung terbuka sudah tidak relevan lagi, karena kini sudah terdapat prosedur alternatif yang lebih aman untuk pasien.

“Metode moderen seperti TAVI dan TEER menghadirkan standar baru dalam perawatan, dengan keamanan, akurasi, dan hasil akhir yang lebih baik,” imbuhnya.

Para ahli di IHH Healthcare Singapore juga menegaskan bahwa pengobatan hanyalah satu bagian dari perjalanan pasien. Misi yang lebih luas adalah memastikan pasien mendapatkan layanan kesehatan yang tepercaya dan personalisasi, sehingga pasien dan keluarga dapat merasa tenang.

“Setiap prosedur medis pasti menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran. Namun dengan bekal pengetahuan yang tepat serta pilihan terapi modern yang minim invasif, pasien dan keluarga bisa mengambil keputusan kesehatan dengan lebih yakin,” tutup Dr. Tay.

Tren Bisnis Parfum

Scroll to Top