Bukan All Indonesia, Pelaku Usaha Sebut Kebijakan Visa Waiver Jadi Daya Tarik Wisman

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha wisata mengungkapkan bahwa kebijakan pembebasan visa atau visa waiver bagi wisatawan mancanegara lebih efektif untuk meningkatkan kedatangan turis asing, ketimbang kemudahan dari aplikasi All Indonesia yang baru saja meluncur.

Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno menuturkan aplikasi baru All Indonesia memang sangat memudahkan pengisian deklarasi dan membuat arus penumpang lebih lancar, tetapi dinilai tak mampu meningkatkan minat wisatawan.

Di mana keberadaan visa waiver dinilai lebih menarik untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

“Kalau untuk meningkatkan wisatawan, visa free dan waiver, business visa untuk yang akan menghadiri pameran dan acara di Indonesia. Ini akan lebih menggiatkan industri pariwisata dan MICE di Indonesia,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (1/10/2025).

Pauline menuturkan bahwa saat ini pemerintah belum menerapkan visa waiver. Dengan demikian wisatawan yang masuk ke Indonesia masih harus mengajukan visa on arrival (VoA)

Dirinya berharap, pemerintah dapat memberikan bebas visa kunjungan selayaknya saat sebelum pandemi Covid-19.

Pasalnya pemerintah telah menghentikan pemberian bebas visa kunjungan untuk 159 negara. Saat ini, hanya 16 negara yang dapat masuk ke Indonesia tanpa visa.

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Agustus 2025 mencapai 1,51 juta kunjungan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 1,61% bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month to month/MtM) dan naik 12,33% dibandingkan bulan Agustus 2024 (year on year/YoY).

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang periode Januari–Agustus 2025 tercatat sebesar 10,04 juta kunjungan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 10,38% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Parfum lokal Tahan lama Kualitas Internasional

Sementara jumlah kunjungan wisman mengalami penurunan dari Januari hingga Maret 2025, dari 1,16 juta kunjungan pada Januari menjadi 1,02 juta kunjungan pada Februari dan semakin turun menjadi 984.770 kunjungan pada Maret.

Pada April 2025, kunjungan wisman meningkat menjadi 1,16 juta kunjungan dan terus meningkat hingga Agustus 2025 menjadi 1,51 juta kunjungan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa aplikasi All Indonesia yang berasal dari inisiatif sinkronisasi layanan publik ini bukan sekedar gimmick, melainkan kebutuhan mendasar yang mendasar yang harapannya dapat menjadi game changer di pintu masuk ke Indonesia.

“Paling tidak akan menghadirkan progres yang signifikan untuk pertumbuhan arus wisatawan mancanegara,” ujarnya saat Launching All Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno—Hatta, Rabu (1/10/2025).

Harapannya, termasuk dapat meningkatkan kehadiran para investor hingga global talents yang diharapkan berkontribusi dan menjadi bagian dari kemajuan Indonesia.

AHY mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Tanah Air masih kalah jauh dengan wisatawan yang mengunjungi negara tetangga.

Dirinya juga tak menampik bahwa pemerintah masih perlu bekerja keras untuk terus menarik minat wisatawan mancanegara.

Untuk itu melalui All Indonesia, pemerintah mendukung infrastruktur termasuk sistem dan aplikasi yang membuat Indonesia menjadi lebih menarik sebagai destinasi pariwisata termasuk sasaran investasi.

Tren Bisnis Parfum

Scroll to Top