Segini Batas Toleransi Tubuh Manusia Bertahan pada Suhu Panas

Bisnis.com, JAKARTA – Cuaca panas ekstrem kini menjadi isu yang semakin sering kita hadapi, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia. Saat suhu melonjak, tubuh kita harus bekerja ekstra keras untuk mempertahankan suhu inti idealnya di sekitar 37°C.

Namun, kemampuan alami tubuh untuk mendinginkan diri bisa gagal, terutama saat panas terik dibarengi dengan tingkat kelembapan yang tinggi.

Tidak semua orang paham soal fakta ilmiah terbaru tentang batas toleransi tubuh manusia terhadap panas dan bagaimana cara melindungi diri.

Tubuh manusia sendiri memiliki batas toleransi terhadap suhu panas dan suhu dingin.

Jika batas toleransi ini terlewati bisa mengancam kesehatan jiwanya. Seperti halnya muncul hipotermia saat suhu terlalu dingin, atau heat stroke jika suhu terlalu panas.

Keduanya, bisa menyebabkan kematian pada manusia.

Dengan memahami batas kemampuan tubuh dan cara melindunginya, kita dapat menghadapi tantangan cuaca ekstrem dengan lebih waspada dan aman.

Berikut cara memakai parfum untuk mengatasi bau badan karena keringat berlebih

Berikut Fakta-fakta toleransi tubuh manusia pada suhu panas

1. Pendingin Alami Tubuh dan Musuh Utamanya

Tubuh manusia memiliki sistem pendingin yang luar biasa, yaitu keringat. Saat keringat menguap dari permukaan kulit, proses ini secara efektif mendinginkan tubuh. Namun, sistem ini memiliki satu musuh utama yaitu kelembapan (humidity).

Ketika udara sangat lembap, keringat sulit menguap karena udara di sekitar sudah jenuh dengan uap air. Akibatnya, sistem “AC alami” tubuh kita menjadi tidak efektif, dan panas mulai terperangkap di dalam tubuh.

2. ‘Suhu Bola Basah’ adalah Batas Sebenarnya Kemampuan Manusia

Untuk mengukur risiko gabungan antara panas dan kelembapan, para ilmuwan menggunakan istilah ‘Suhu Bola Basah’ (Wet-Bulb Temperature/WBT). Menurut penelitian, batas teoretis yang bisa ditahan manusia adalah suhu bola basah sekitar 35°C.

Pada titik ini, keringat sama sekali tidak bisa menguap. Tubuh kehilangan kemampuannya untuk mendinginkan diri, dan suhu inti tubuh akan terus naik secara tak terkendali, yang dapat berakibat fatal.

Apa yang Terjadi Saat Tubuh Gagal Mendinginkan Diri?

Ketika sistem pendingin tubuh gagal, suhu inti tubuh bisa melonjak hingga 40°C atau lebih. Kondisi inilah yang disebut hipertermia, yang dapat dengan cepat berujung pada heatstroke.

Pada fase ini, organ-organ vital kita berada di bawah tekanan ekstrem:

1. Jantung Bekerja Ekstra Keras

Jantung harus memompa darah lebih cepat ke permukaan kulit untuk mencoba melepaskan panas, memberikan beban kerja yang sangat berat pada sistem kardiovaskular.

2. Tingkat Metabolisme Meningkat

Secara paradoks, saat kepanasan, tingkat metabolisme justru meningkat. Artinya, tubuh malah menghasilkan lebih banyak panas dari dalam, menciptakan lingkaran setan yang berbahaya.

3.  Kerusakan Organ

Jika tidak ditangani, heatstroke dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak, jantung, dan ginjal.

Beberapa kelompok memiliki risiko lebih besar terhadap dampak panas ekstrem:

  • Lansia dan anak-anak kecil.
  • Orang dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung, paru-paru, atau ginjal
  • Pekerja luar ruangan atau siapa pun yang melakukan aktivitas fisik berat.
  • Mereka yang berada di lingkungan tanpa ventilasi atau pendingin udara.
  • Individu yang mengalami dehidrasi.

Berikut langkah praktis yang bisa Anda lakukan agar tubuh tidak “kepanasan”:

1. Batasi aktivitas fisik pada jam-jam terpanas (biasanya pukul 10 pagi hingga 4 sore).
2. Gunakan pakaian yang longgar, tipis, berwarna terang, dan menyerap keringat.
3. Cari tempat teduh atau ruangan ber-AC sesering mungkin.
4. Minum cukup air secara rutin, jangan menunggu sampai haus. Hindari minuman berkafein atau beralkohol yang bisa memicu dehidrasi.
5. Gunakan kipas angin atau mandi air dingin untuk membantu mendinginkan tubuh.
6. Kenali tanda-tanda bahaya: Pusing, lemas, kulit merah dan panas, detak jantung cepat, hingga kebingungan adalah sinyal bahwa tubuh Anda butuh pertolongan.
7. Segera cari pertolongan medis jika seseorang menunjukkan gejala berat seperti kehilangan kesadaran atau kejang.

Tren Bisnis Parfum

Scroll to Top